Postingan

Tetap Berbuat Baik Meskipun Tidak Dipahami: Pelajaran dari Nabi Nuh 'Alaihissalam

Gambar
  Tetap Berbuat Baik Meskipun Tidak Dipahami Belajar dari Keteguhan Nabi Nuh 'Alaihissalam Pernahkah kamu melakukan sesuatu yang menurutmu benar, tetapi justru disalahpahami oleh orang lain? Kamu berusaha menjadi baik, tetapi kebaikanmu dianggap berlebihan. Kamu mencoba menasihati, tetapi justru dianggap menggurui. Kamu memilih diam agar tidak menyakiti seseorang, tetapi malah dianggap tidak peduli. Atau mungkin kamu sedang berusaha memperbaiki diri, tetapi orang-orang di sekitarmu tidak memahami mengapa kamu berubah. Pada akhirnya, muncul satu pertanyaan: “Untuk apa aku terus melakukan kebaikan kalau tidak ada yang menghargainya?” Pertanyaan seperti ini sangat manusiawi. Kita ingin kebaikan kita dilihat. Kita ingin usaha kita dihargai. Kita ingin niat baik kita dipahami. Namun, Al-Qur'an mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang jauh lebih dalam melalui kisah Nabi Nuh 'alaihissalam. Beliau mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu mendapatkan tepuk tangan, dan kebaikan ...

Aku Belum Pernah Kecewa dalam Berdoa: Belajar Menunggu dari Nabi Zakariya 'alaihissalam

Gambar
  Aku Belum Pernah Kecewa dalam Berdoa Belajar Menunggu dari Nabi Zakariya Ada doa yang sudah lama kita panjatkan. Hari demi hari berlalu, tetapi apa yang kita harapkan belum juga datang. Kita mencoba bersabar, mencoba berpikir positif, bahkan berusaha meyakinkan diri bahwa mungkin waktunya memang belum tepat. Namun, jauh di dalam hati, terkadang muncul sebuah pertanyaan: “Sampai kapan aku harus menunggu?” Mungkin kita pernah berada di titik ketika melihat orang lain mendapatkan apa yang selama ini kita doakan. Ada yang lebih dahulu menikah, memiliki anak, mendapatkan pekerjaan, menyelesaikan pendidikan, menemukan pasangan, atau mencapai sesuatu yang sudah lama kita impikan: Lalu tanpa sadar kita bertanya kepada diri sendiri: “Mengapa doaku belum juga dikabulkan?” Di saat seperti itu, ada satu kisah dalam Al-Qur'an yang layak kita renungkan kembali. Kisah seorang nabi yang berdoa dalam keadaan yang secara manusiawi tampak sangat sulit untuk mendapatkan apa yang ia harapkan. Namanya...

Saat Kita Merasa Sendirian: Belajar dari Nabi Yunus 'alaihissalam

Gambar
Bahkan di Tengah Kegelapan, Allah Mendengar Belajar dari Doa Nabi Yunus Ketika Kita Merasa Sendirian Pernahkah kamu berada di titik di mana rasanya tidak ada siapa-siapa yang benar-benar bisa memahami keadaanmu? Kamu tetap tersenyum di depan orang lain. Tetap menjalani hari seperti biasa. Tetap menjawab, “Aku baik-baik saja.”  Padahal di dalam hati, ada banyak hal yang sedang kamu perjuangkan sendirian. Ada doa yang sudah lama kamu panjatkan.  Ada masalah yang tidak tahu kapan akan selesai.  Ada seseorang yang ingin kamu ceritakan banyak hal kepadanya, tetapi entah mengapa kamu memilih diam.  Ada pula malam-malam ketika kamu hanya bisa menatap langit-langit kamar sambil bertanya dalam hati, "Ya Allah, kapan semuanya akan menjadi lebih baik?" Jika kamu pernah berada di titik seperti itu, mungkin kisah Nabi Yunus adalah salah satu kisah yang perlu kamu baca kembali. Sebab Nabi Yunus pernah berada dalam kegelapan yang bahkan lebih sunyi daripada kesendirian yang kita ra...

Temukan Kekuatan dan Harapan di Setiap Ayat: Al-Qur’an sebagai Sumber Cahaya Hidup

Gambar
Jika kamu pernah merasa lelah dalam menghadapi ujian hidup maka ingatlah bahwa Allah selalu bersamamu dan Allah tidak akan pernah meninggalkanmu. Dengan segala cinta dan kasih sayangnya Allah pada seorang hamba sehingga didalam firman-nya Allah mengajarkan "Bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan ". inilah sebuah pesan yang abadi untuk menyalakan kembali KEKUATAN dan HARAPAN, kapanpun seseorang merasa rapuh. Dalam QS. Al-Insyirah: 5–6 Allah menegaskan dalam firman-Nya:   فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًاۗ Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.  Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan (Asy-Syarḥ [94]:5-6) Pada ayat di atas tentu bukanlah hanya sekedar penghiburan saja untuk kita, tetapi dalam ayat tersebut menandakan bahwa suatu penegasan yang berulang tentang kemudahan pasti hadir seiring kita menghadapi ujian hidup. Dalam tafsir Ibnu Katsir, pengulangan ayat menandakan janji Allah yang pasti: “tidaklah satu kesulitan itu d...

Menemukan Diri di Balik Ayat Al-Qur'an: Tafsir Sufi sebagai Jalan Kedekatan Dengan Allah.

Gambar
  Menemukan Diri di Balik Ayat Al-Qur'an: Tafsir Sufi sebagai Jalan Kedekatan dengan Allah. Dalam Al-Qur'an: QS. Al-Hashr:19 وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Secara tekstual, ayat ini menegaskan bahwa melupakan Allah membuat manusia lalai terhadap identitas hakikinya. Mereka terjerumus ke dalam kefasikan karena kehilangan arah hidup. Menurut para sufi seperti al-Ghazali dan Ibn ‘Arabi memandang ayat ini sebagai isyarat bahwa “mengenal diri” adalah pintu mengenal Tuhan . Dalam Istilah Tasawuf Ayat ini seolah mengingatkan: barang siapa lupa kepada Allah, ia justru fana dalam kelalaian, bukan dalam makna suci; sedangkan fana yang dicari para sufi adalah melebur ego agar “diri sejati”ruh yang selalu terhubung kepada Allah tampak nyata. Itulah ja...